Read, Learn, & Apply

Ingin Langsing? Jangan Hindari Kacang

Ingin memiliki berat tubuh ideal? Jangan lagi menyisihkan taburan kacang di dalam makanan. Banyak orang berpikiran bahwa kacang bisa membuat gemuk karena kandungan lemaknya yang tinggi. Meski memiliki kandungan lemak, kacang ternyata cukup berperan membantu pelangsingan tubuh.

Sebuah studi menunjukkan, mereka yang rajin mengonsumsi kacang almond, mete, dan pistachio memiliki peluang lebih besar mengalami penurunan berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan lingkar pinggang. Ini jika dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi kacang.

Jika dibandingkan yang jarang mengonsumsi kacang, mereka yang rajin mengonsumsi kacang cenderung memiliki berat badan dua kilogram lebih rendah, IMT 0,9 lebih rendah, dan lingkar pinggang dua sentimeter lebih kecil.

“Fakta yang menarik, konsumen setia kacang memiliki berat badan, indeks massa tubuh, dan lingkar pinggang yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak mengonsumsi kacang,” ujar Carol O’Neil, pemimpin peneliti dari Universitas Louisiana State, dikutip Daily Mail.

Dalam penelitian yang diterbitkan Journal of the American College of Nutrition, peneliti menggunakan data dari 13.292 pria dan wanita yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam National Health and Nutrition Examination Surveys (NHANES) pada 1999-2004.

Konsumsi almond, kacang brazil, kacang mete, hazelnut, macadamia, pecan, kacang pinus, pistachio, dan walnut secara rutin juga dikaitkan dengan kadar kolesterol baik yang lebih tinggi, dan penurunan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung.

Mereka kemudian membandingkan faktor risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan sindroma metabolik antara konsumen setia kacang dan mereka yang tidak atau jarang mengonsumsi kacang.

Konsumsi kacang rupanya terkait dengan prevalensi lebih rendah dari empat faktor risiko sindroma metabolik, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula yang tinggi. “Kacang harus menjadi bagian integral dari diet yang sehat,” ujarnya.

Selain membantu menjaga stabilitas berat tubuh, rajin mengonsumsi kacang juga menjauhkan risiko serangan penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan sindroma metabolik. Asupan yang disarankan, seperempat ons kacang setiap hari.

Selain langsing, rajin mengonsumsi kacang juga menjauhkan risiko serangan penyakit kronis.

 

Source: http://investigasidutainfo.com/index.php?option=com_content&view=article&id=663:langsing-tanpa-tersiksa-berkat-kacang&catid=119:kesehatan&Itemid=454

Sehat dengan Selai Kacang, Hati-Hati

Saat membeli sebuah produk, Anda perlu lebih jeli dalam membaca label bahan yang tertulis dalam kemasan produk makanan untuk menghindari adanya zat aditif berbahaya yang ditambahkan dalam makanan. Beberapa produk makanan yang seharusnya bermanfaat bagi kesehatan, ternyata seringkali mengandung zat aditif tanpa sepengetahuan Anda.

Zat aditif seperti monosodium glutamate (MSG), sirup jagung tinggi fruktosa, gula, garam, dan minyak nabati terhidrogenisasi memiliki dampak buruk bagi kesehatan karena dapat mempengaruhi fungsi otak dan menurunkan kecerdasan.

Salah satu produk makanan yang sehat tapi sering mengandung zat aditif adalah selai kacang. Berikut 3 produk makanan sehat yang seringkali mengandung zat aditif, seperti dilansir naturalnews, Kamis (4/10/2012) antara lain:

1. Saus tomat
Saus tomat yang sering Anda jadikan teman makan ternyata mengandung sejumlah bahan yang mengejutkan. Selain mengandung bahan murni seperti tomat dan air, beberapa merk saus tomat juga mengandung MSG, sirup jagung tinggi fruktosa, garam, bawang putih, minyak sayur yang terhidrogenisasi, rempah-rempah, gluten, asam sitrat dan ragi.

Produsen tidak diharuskan untuk mengungkapkan bahan apa saja yang terkandung dalam saus tomat pada labelnya, sehingga pastikan untuk memilih saus tomat dengan seksama. Banyak produk yang menyamarkan bahan aditif berbahaya seperti MSG dengan memberi label ‘rasa alami’ pada botolnya.

Pilihlah saus tomat yang dikemas dengan menggunakan botol kaca dan bukan kaleng untuk menghindari paparan zat kimia berbahaya lainnya dari kaleng.

2. Selai kacang
Selai kacang merupakan makanan yang sehat karena mengandung lemak nabati dan vitamin. Sayangnya, beberapa merk selai kacang menambahkan bahan seperti gula, sirup jagung, dan minyak nabati terhidrogenasi seperti lemak trans.

Idealnya, selai kacang yang baik hanya berisi kacang saja atau bahan pendukung lain yang tidak berbahaya. Zat aditif seperti sirup jagung ini akan menghilangkan manfaat sehat kacang dan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi jangka panjang, seperti penurunan fungsi kognitif otak.

3. Cuka sari apel
Cuka sari apel menawarkan berbagai manfaat kesehatan, diantaranya mengatasi mulas, nyeri sendi, dan kekakuan sendi, meningkatkan fungsi usus, dan memecah lemak untuk membantu penurunan berat badan.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, pilihlah cuka sari apel yang melalui proses pasteurisasi, organik dan tanpa filter. Baca label cuka sari apel dengan hati-hati, karena beberapa merk diketahui mengandung zat aditif seperti pewarna dan penyedap rasa.

Bahkan produsen yang curang kadang memasang label ‘cuka rasa sari apel’, dimana cuka tersebut terbuat dari cuka putih biasa dari jagung dan bukan apel yang diberi perasa dan pewarna buatan agar terlihat seperti cuka sari apel.

Source: http://www.berkatvitamin.com/saus-tomat-dan-selai-kacang-paling-sering-ditambahkan-zat-aditif/

Kacang baik untuk Ginjal?

Mengkonsumsi kacang biasanya menimbulkan jerawat dan timbunan lemak di saluran peredaran darah. Namun mitos itu ditepis oleh Chung-Jyi Tsai. Peneliti dari Department of Medicine, Harvard Medical School, Amerika Serikat itu meneliti efek konsumsi kacang tanah serta selai kacang terhadap ginjal.

Penelitiannya selama 20 tahun dilakukan terhadap 1.393.256 wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit ginjal. Sejak 1980, Chung mengontrol keadaan seluruh sukarelawan melalui kuesioner setiap 2 tahun. Pertanyaannya berkisar seputar konsumsi kacang-kacangan segar maupun dalam bentuk olahan.

Hasilnya, 7.831 orang terbukti menderita penyakit ginjal dan organ itu diangkat (cholecystectomy). Dari kuesioner ditemukan penyakit itu diderita oleh sukarelawan yang tak pernah mengkonsumsi kacang tanah maupun olahannya. Sedangkan yang mengkonsumsi kacang-kacangan minimal 143 g per hari memiliki risiko rendah terkena penyakit ginjal, hanya 0,75%.

 

 Source: http://www.kedaunfarm.com/ginjal-sehat-berkat-kacang/43

Budidaya Kacang Merah

Tanah yang cocok bagi tanaman kacang merah  ternyata banyak terdapat di daerah yang mempunyai iklim basah sampai kering dengan ketinggian yang bervariasi.
Pada umumnya tanaman buncis tidak membutuhkan curah hujan yang khusus, hanya ditanam di daerah dengan curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun.
Umumnya tanaman kacang merahmemerlukan cahaya matahari yang banyak atau sekitar 400-800 feetcandles. Dengan diperlukan cahaya dalam jumlah banyak, berarti tanaman buncis tidak memerlukan naungan.
Suhu udara ideal bagi pertumbuhannya adalah 20-25 derajat C. Pada suhu < 20 derajat C, proses fotosintesis terganggu, sehingga pertumbuhan terhambat, jumlah kacangmenjadi sedikit. Pada suhu ³ 25 derajat C banyak kacang hampa (sebab proses pernafasan lebih besar dari pada proses fotosintesis), sehingga energi yang dihasilkan lebih banyak untuk pernapasan dari pada untuk pengisian kacang.
Kelembaban udara yang diperlukan tanaman kacang merah± 55% (sedang). Perkiraan dari kondisi tersebut dapat dilihat bila pertanaman sangat rimbun, dapat dipastikan kelembapannya cukup tinggi.
Media Tanam
Jenis tanah yang cocok untuk tanaman kacang merahadalah andosol dan regosol karena mempunyai drainase yang baik. Tanah andosol hanya terdapat di daerah pegunungan yang mempunyai iklim sedang dengan curah hujan diatas 2500 mm/tahun, berwarna hitam, bahan organiknya tinggi, berstektur lempung hingga debu, remah, gembur dan permeabilitasnya sedang. Tanah regosol berwarna kelabu, coklat dan kuning, bertektur pasir sampai berbutir tunggal
Sifat-sifat tanah yang baik untuk kacang merah: gembur, remah, subur dan keasaman (pH) 5,5-6. Sedangkan yang ditanam pada tanah pH < 5,5 akan terganggu pertumbuhannya (pada pH rendah terjadi gangguan penyerapan unsur hara). Beberapa unsur hara yang dapat menjadi racun bagi tanaman antara lain: aluminium, besi dan mangan.

Kacang merah boleh ditanam pada berbagai jenis tanah dengan sarat struktur tanahnya gembur. Tanah yang memiliki struktur yang gembur akan mempermudah akar tanaman mencari unsur hara yang terkandung dalam tanah. Struktur tanah yang gembur juga akan mempengaruhi pertambahan volume akar. Volume akar tanaman yang besar akan mempermudah tanaman dalam mencari unsur hara yang terkandung dalam tanah.

Source: http://epetani.deptan.go.id/budidaya/media-tanam-untuk-kacang-merah-3904

Khasiat dan Kandungan Kacang Merah

  • Mencegah kolesterol jahat dan memperlancar pencernaan (anti sembelit). Kandungan fibernya yang tinggi difermentasi dalam usus besar dan menghasilkan asam-asam lemak rantai-pendek, yang dapat menghambat sintesis kolesterol hati.
  • Mencegah resiko diabetes karena kandungan karbohidrat kompleknya berglikemik indek rendah dan termasuk lamban cerna.
  • Membantu pematangan sel darah merah, membantu sintesa DNA dan RNA, serta menurunkan level homosistein dalam pembuluh arteri (sehingga mengurangi resiko penyakit jantung).
  • Membantu program diet karena fibernya akan membuat Anda merasa kenyang dan kalorinya juga sangat rendah. Apalagi kandungan protein nabatinya akan bermanfaat untuk perkembangan massa otot tubuh.
  • Menjaga fungsi sistem syaraf, metabolisme karbohidrat, dan mencegah penyakit beri-beri.
  • Membantu proses metabolisme asam amino, asam lemak, lipid, glukoneogenesis, sintesis neurotransmitter, sintesis histamine, sintesis dan fungsi haemoglobin serta menjaga kesehatan kulit.
  • Membantu proses pembekuan darah pada luka.
  • Mampu mengurangi resiko kerusakan pembuluh darah karena memiliki kandungan folasin.

Source: http://biens-naturels.blogspot.com/2009/08/manfaat-kacang-merah.html

Klasifikasi Kacang Merah

Kacang merah tergolong makanan nabati kelompok kacang polong (legume); satu keluarga dengan kacang hijau, kacang kedelai, kacang tolo, dan kacang uci. Kacang merah terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya: red bean, kacang adzuki (kacang merah kecil), dan kidney bean (kacang merah besar).
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Vigna
Spesies: Vigna angularis (Willd.) Ohwi & H.Ohashi

Budidaya Kacang Tanah

I. PENDAHULUAN
Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.
PT. NASA berusaha berperan meningkatkan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan ( Aspek K – 3 ).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
a. Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.
b. Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan terhambat, bahkan kerdil.
c. Kelembaban udara berkisar 65-75 %.
d.Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.

2.2. Media Tanam
a. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.
b. pH antara 6,0-6,5.
c. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.
d. Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah.

2.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian penanaman optimum 50 – 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Persyaratan Benih
Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:
a. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
b. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
c. Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
d. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
e. Kadar air benih berkisar 9-12 %.

3.1.2. Penyiapan Benih
Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.

3.2. Pengolahan Media Tanam
3.2.1. Persiapan dan Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.

3.2.2. Pembentukan Bedengan
Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.

3.2.3. Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 – 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.

3.2.4. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah terjadinya serangan jamur berikan Natural GLIO. Pengembangbiakan Natural GLIO dengan cara: 1-2 sachet Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik) . Pemberian Natural GLIO pada sore hari.

3.2.5. Pemberian Pupuk Makro dan SUPER NASA
Jenis dan dosis pupuk setiap hektar adalah:
a. Pupuk kandang 2 – 4 ton/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
b. Pupuk anorganik : SP-36 (100 kg/ha), ZA (100 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) atau sesuai rekomendasi setempat.
c. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1-2 botol (500-1000 cc) diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10-20 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.

Adapun cara penggunaan SUPER NASA sbb :
alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram + 10 meter bedengan.

Semua dosis pupuk makro diberikan saat tanam. Pupuk diberikan di kanan dan kiri lubang tugal sedalam 3 cm.

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Penentuan Pola Tanam
Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.

3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.

3.3.3. Perendaman Benih dengan POC NASA
Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak, benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0,5 1 jam.

3.3.4. Cara Penanaman
Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).

3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).

3.4.2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.

3.4.3. Pemberian POC NASA dan HORMONIK
Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

3.4.5. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.

3.4.6. Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
a. Uret
Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.
b. Ulat Penggulung Daun
Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura.
d. Ulat Jengkal (Plusia sp)
Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
e. Kumbang Daun
Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan menggunakan Pestona.

3.5.2. Penyakit
a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”
Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk. Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO.
b. Penyakit sapu setan
Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR.
c. Penyakit Bercak Daun
Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan.
d. Penyakit Gapong
Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.
e. Penyakit Sclerotium
Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
f. Penyakit Karat
Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

3.6. Panen
Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:
a) Batang mulai mengeras.
b) Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.
c) Warna polong coklat kehitam-hitaman.

Source: http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-kacang-tanah.html